Kenapa Kaca Belakang Sigra Pecah Sendiri ? Berapa Harga Kaca Belakangnya

  • Whatsapp

Kenapa Kaca Belakang Sigra Pecah Sendiri

MISTERI KACA BELAKANG RETAK SENDIRI

Belum pupus ingatan akan fenomena suspensi belakang amblas, kini muncul kasus unik dari Daihatsu Sigra dan Toyota Calya. Yakni kaca belakang pecah dengan sendirinya. Kasus ini dialami langsung oleh anggota Calya Sigra Community (CALSIC) Herkulanus De Votis, Jacky Sitohang dan Pande Su. Jacky bahkan memposting peristiwa yang dialaminya di akun Facebook miliknya. Demikian juga dengan Herkulanus. “Tadi malam jam 19.00 istri saya bawa mobil ke kantor. Tibatiba di parkiran kaca mobil Toyota  Calya saya retak sendiri,” tulisnya di Facebook (19/11/2016). Sementara, Herkulanus yang menggunakan Daihatsu Sigra memposting belum lama ini, tepatnya Minggu (12/3). Tak pelak, aneka komentar termasuk yang berbau analisis bermunculan menanggapi kejadian ini.

Misal, akibat panas matahari, adanya niat jahat dari pihak lain, dilempar sesuatu bahkan sampai ada yang menyorot kualitas kaca yang melekat di dua mobil populer ini. Namun, semua analisis tersebut ‘gugur’. Pasalnya, Herkulanus yang menggunakan Daihatsu Sigra  dalam kolom comment menyebut jika kaca retak terjadi pada malam hari. Sehingga kecil kemungkinan disebabkan oleh panas matahari. Persoalan kaca retak bukan hanya masalah rusaknya salah satu komponen mobil. Melainkan juga menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya bagi pengguna. Misal, retak saat mobil dalam kondisi berjalan dan membawa penumpang termasuk anak-anak. Untuk memperoleh jawaban, tentu diperlukan penelitian secara lebih mendalam. Namun beberapa asumsi logis setidaknya bisa memberi jawaban sementara. Berapa Sih Diskon Mobil Baru di Akhir Tahun ?

 

BAGAIMANA KACA RETAK BISA TERJADI?

 

Atas kasus pecahnya kaca belakang Toyota Calya dan Daihatsu Sigra tanpa sebab yang ramai dibahas komunitas Calya Sigra Community (Calsic), beberapa pihak memberi analisisnya. Salah satunya bengkel spesialis kaca. “Kalau masalah pada keretakan kaca seperti ini biasanya karena celah antara dudukan kaca dan kaca terlalu rapat. Bisa juga karena lampu kabut lupa dimatikan, sehingga membuat kaca menjadi panas dan cenderung rentan pecah,” kata Ferry Widi Hermawan, CRO (Customer Relation Offcer) Autoglass Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Khusus dudukan kaca yang terlalu rapat memang bisa menyebabkan kaca menjadi mudah retak. “Ibaratnya kaya kaca yang digenggam dengan kuat, pasti bisa pecah kan,” jelas Feri. Meski demikian, Feri mengakui baru kali ini menemukan kasus tersebut. Sehingga ia hanya bisa berasumsi seputar misteri kaca retak. Namun menurut Wanny dari bengkel spesialis kaca Moro Seneng di Senen, Jakarta Pusat, pecahnya kaca belakang Toyota Calya dengan sendirinya sangat kecil kemungkinan terjadi. “Kalau kondisi kacanya bagus, sulit sekali untuk pecah dengan sendirinya, meski dengan suhu tinggi sekalipun. Kemungkinan yang sering terjadi akibat hantaman obyek, meski ukurannya kecil,” terang Wanny. Hantaman obyek sekecil apapun, namun jika tekanan atau kecepatan benda digenggam dengan kuat, pasti bisa pecah kan,” jelas Feri.

Baca Juga  Inilah Double Din Android Head Unit Terbaik untuk Mobilmu

Meski demikian, Feri mengakui baru kali ini menemukan kasus tersebut. Sehingga ia hanya bisa berasumsi seputar misteri kaca retak. Namun menurut Wanny dari bengkel spesialis kaca Moro Seneng di Senen, Jakarta Pusat, pecahnya kaca belakang Toyota Calya dengan sendirinya sangat kecil kemungkinan terjadi. “Kalau kondisi kacanya bagus, sulit sekali untuk pecah dengan sendirinya, meski dengan suhu tinggi sekalipun. Kemungkinan yang sering terjadi akibat hantaman obyek, meski ukurannya kecil,” terang Wanny. Hantaman obyek sekecil apapun, namun jika tekanan atau kecepatan benda tersebut tinggi, mampu membuat struktur kaca belakang rusak dan retak. Ketika sudah retak, kaca pun rentan untuk pecah. “Kalau sudah ada retakan sekecil apapun, kaca jadi rentan pecah, pemicu pecahnya bisa saat menutup pintu atau bagaai terlalu keras, hingga menginjak lubang saat kecepatan tinggi,” wanti Wanny. Jika sudah pecah, terpaksa harus mengganti kaca belakang seluruhnya. Di Moro Seneng, kaca belakang Toyota Calya atau Daihatsu Sigra dihargai Rp 455 ribu plus biaya ongkos pasang sebesar Rp 250 ribu. Untuk masalah penggantian kaca, Autoglass cabang Sunter maupun Pondok Pinang menyediakan harga Rp 550 Ribu untuk kaca belakang baru Calya-Sigra Itu belum termasuk biaya pemasangan sebesar Rp 468 Ribu. Autoglass sendiri juga baru mengetahui pecahnya kaca belakang Calya-Sigra. Hal ini karena mereka menilai mustahil, jika getaran karena pemakaian sehari-hari bisa menyebabkan pecahnya kaca

Baca Juga  Ini Komunitas Club Toyota Avanza di Indonesia

 

MUNGKINKAH KARENA KUALITAS SEALANT?

 

Selain mencari tahu bagaimana kaca bisa mengalami keretakan, menarik juga untuk mencari tahu apa kira- kira penyebabnya. Arief Hidayat, dari perusahaan Wealthy, penyedia produk perawatan dan aftermarket otomotif sumbang suara. “Salah satu penyebab kaca pecah, kemungkinan bisa disebabkan oleh sealant yang kualitasnya kurang baik,” bukanya. Menurutnya, sealant yang kurang bermutu tingkat elastisitasnya jelek. Akibatnya jadi cepat keras atau tak mampu menahan kaca dengan baik dan saat kaca memuai (dalam kondisi panas), celah antara dudukan kaca dan kaca terlalu rapat. Lanjut Arief, sealant untuk kaca mobil berbahan dasar polyurethane (PU). Bahan ini umum dipakai sebagai sealant (perekat) kaca bagian depan dan belakang dan jauh lebih kuat dari silikon. “Terutama tingkat elastisitasnya yang mampu memegang kaca dalam keadaan mobil bergerak,” katanya lagi. Namun begitu, di pasaran ada kemungkinan produk sealant yang kualitasnya kurang bagus. Ada yang kualitasnya menurun lantaran campuran bahan aditif terlalu banyak, sehingga kandungan polyurethane-nya berkurang. Efeknya cepat mengeras lantaran terkena sinar ultraviolet (Matahari) terusmenerus. “Atau juga, tingkat elastisitas berkurang ketika saat dipakai, bahan PU yang tersebut sudah mulai kedaluwarsa,” kata Arief lagi. Sekadar informasi, saat ini menurutnya, sealant bahan polyurethane belum diproduksi di Indonesia, alias masih diimpor. “Biasanya masa kedaluwarsa sekitar 9 bulan sejak diproduksi, makin lama daya elastisitasnya juga makin menurun,” tutup Arief

 

TANGGAPAN DAIHATSU DAN TOYOTA MENGENAI KASUS INI

Di Astrido Toyota Kebon Jeruk, Jakbar, Siswanto, Kepala Bengkel Astrido Toyota mengatakan pihaknya belum menemukan kasus ini di Toyota Calya. “Tapi kami akan menyelidiki kasus pecahnya kaca belakang Toyota Calya,” ujar Siswanto. Menurut Siswanto, banyak hal yang bisa menjadi penyebab pecahnya kaca belakang Toyota Calya. “Bisa kerusakan dari pabrik hingga pemakaian. Makanya harus dicermati dulu penyebabnya, setelah itu baru kita bisa ambil kebijakan dan tindakan lebih jauh, termasuk masalah garansinya,” tambah Siswanto. Begitu juga dengan Tunas Toyota Kebayoran Lama, Jaksel. “Sejauh ini saya belum tahu, syukurnya konsumen kami belum ada yang mengalami masalah tersebut,” kata Septianto, Kepala Bengkel Tunas Toyota Kebayoran Lama, Jaksel. Kasus ini pun dikonfrmasi ke pemegang mereknya yaitu PT Toyota Astra Motor (TAM). “Terkait fenomena kaca retak pada Calya, ini memerlukan pemeriksaan lebih mendalam dan komprehensif oleh petugas mekanik di bengkel resmi Toyota. Apabila pelanggan menemui fenomena tersebut pada kendaraannya, kami menyarankan pelanggan datang ke bengkel resmi Toyota untuk dilakukan pengecekan guna mendapatkan faktor penyebabnya. Toyota akan bertanggung jawab jika memang terbukti penyebabnya dari faktor internal material kaca melalui jaminan warranty 3 tahun atau 100.000 km,” jelas Rouli Sijabat, Public Relations Manager TAM.

Baca Juga  Spesifikasi Honda CR-V 2017

 

CEK TREN KASUSNYA

Sementara itu, meski melibatkan brand Toyota, sebenarnya produsen dari Calya tak lain perusahaan sekandungnya sendiri, Astra Daihatsu Motor (ADM). Dari pabrik Daihatsulah, Toyota Calya lahir sebagaimana model-model kembar lainnya. Nah, jika Toyota berjanji akan menginvestigasi kasus ini, Daihatsu akan mengecek tren kejadiannya. Satriyo Budiutomo, Product Planning Department PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengakui belum tahu persis permasalahan yang ada. “Saya belum tahu persoalannya, besok coba saya cari tahu dulu apa pangkal masalahnya,” terang Satriyo, ketika dihubungi (14/3). Namun menurutnya pada proses produksi telah digaransi tak ditemui masalah. “Kita telah melakukan proses QC (Quality Control). Pengetesan pun dilakukan dengan tes jalan bergelombang hingga di lintasan terjal. Hasilnya oke tak ditemukan masalah,” sambungnya. Lantas apakah retak atau pecahnya kaca belakang disebabkan oleh suhu panas tinggi? “Saya pastikan panas atau suhu yang tinggi tidak akan berdampak apapun. Kita sudah melakukan tes pada suhu panas tinggi. Mobil dipanaskan ataupun diturunkan suhunya tidak ada masalah. Semua proses pengujian telah dilakukan,” beber Satriyo. Terkait adanya temuan tersebut, pihaknya akan melakukan investigasi lebih lanjut. “Kita akan lakukan investigasi penyebabnya, terkait adanya keluhan tersebut. Kita cari tahu penyebabnya,” imbuhnya lagi. Selain itu masih menurut Satriyo, pihaknya juga akan melakukan prosedur secara menyeluruh untuk mengetahui apakah hal ini juga berdampak lebih luas. “Kita lihat trennya, apakah di daerah lain juga demikian,” jelasnya. .

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.