Perbandingan Menggunakan Bensin Pertamax vs Premium

  • Whatsapp

Perbandingan Menggunakan Bensin Pertamax vs Premium

Kedua unit tes telah menempuh jarak 20 ribu km. Kon- disi dalam mesin pun terpantau berbeda antara unit tes yang menggunakan bahan bakar berkualitas Pertamax dengan oktan 92 serta Premium yang hanya memiliki kadar oktan 88. Artinya, Premium tidak mampu memberikan kebutuhan minimal dari mesin modern pada umumnya saat ini yang mengharuskan oktan minimal 90. Melalui kamera endoskopi, tumpukan karbon terlihat hadir pada katup masuk di unit tes yang menggunakan bahan bakar Premium. Bahkan jelaga berwarna hitam pun terdeteksi di sekitar katup dan saluran masuk. Hal ini menandakan bahwa bahan bakar Premium tidak memiliki kandungan aditif yang mampu menjaga bahan bakar tidak bereaksi dari hawa panas ketika overlapping katup terjadi. Overlapping adalah saat dimana katup masuk sudah mulai membuka dan katup buang belum menutup sempurna. Dalam kondisi ini, deposit hasil pembakaran tidak sempurna berisiko menempel di katup dan saluran masuk. Lambat laun kerak yang menempel akan mempengaruhi kinerja mesin. Hasil berbeda terlihat pada kondisi katup dan saluran masuk unit tes yang menggunakan bahan bakar Pertamax. Kadar oktan yang sesuai dengan kebutuhan mesin modern membuat pembakaran sempurna terjadi di ruang bakar.

Baca Juga  Ban Terbaik Untuk Mobil LCGC

Artinya, seluruh bahan bakar yang masuk dapat dikonversi menjadi tenaga mesin. Selain itu, kandungan aditif dengan fungsi deterjensi di dalam Pertamax mampu menjaga kebersihan katup dan intake manifold. Hal ini jelas menguntungkan dalam menjaga performa optimal dan daya tahan mesin dalam jangka panjang. Bila diperhatikan, kondisinya tetap mirip dengan mesin baru. Dampak positif lain dari ruang bakar yang bersih adalah komponen bergerak di dalam mesin akan lebih terlindungi lantaran pelumas tidak terkontaminasi oleh bahan bakar yang tidak terbakar. Apalagi bila gejala knocking sampai timbul, otomatis kemungkinan bahan bakar menyusup kesistem pelumas menjadi kian besar. Seperti kita ketahui bahwa performa pelumas akan menurun drastis saat tercampur dengan bahan bakar. Dalam pengujian 20 ribu km ini memang dampak kerusakan belum terlihat. Tapi dari data performa di edisi lalu, telah menunjukan bahwa Pertamax tetap lebih baik. Dari sisi konsumsi BBM yang lebih irit, daya mesin yang lebih besar pada unit tes Pertamax yang diukur dari alat dynotest hingga kemampuan saat berakselerasi. Jika diasumsikan konsumsi BBM unit tes Pertamax di rute dalam kota yang hanya mencatat angka 13,9 km/l, artinya biaya per kilometernya hanya Rp 669,06. Plus keuntungan konsumen terhadap kemampuan Pertamax dalam melindungi ruang bakar agar tetap bersih sehingga memberikan daya tahan mesin yang lebih baik.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.